
05 Jan Mana Lebih Baik, Lewat Jalan Macet tapi Dekat atau Lancar tapi Jauh?
Mana Lebih Baik, Lewat Jalan Macet tapi Dekat atau Lancar tapi Jauh?
Saat musim libur seperti akhir tahun, kita sangat sering dihadapkan dengan lalu lintas macet yang parah. Apalagi bagi kita yang tinggal di wilayah tujuan wisata, perjalanan yang biasanya ditempuh dalam waktu beberapa menit, bisa berubah menjadi berjam-jam. Saat dihadapkan dengan kondisi kemacetan, kita punya opsi untuk memilih jalur lain yang lebih lancar tapi lebih jauh. Nah, lebih baik mana antara tetap di jalur kemacetan atau pilih rute lain yang lebih lancar tapi jauh?
Perlu kami sampaikan sebelumnya, bahwa tidak ada pilihan yang benar-benar mutlak pada pemilihan rute ini. Keputusan akhir memang tetap ada di tangan Anda. Kembali ke topik, sebelum menentukan pilihan, sebaiknya kita melakukan penilaian terhadap kondisi kemacetan yang sedang dialami. Apakah macet biasa seperti di perempatan, atau macet panjang akibat peningkatan volume kendaraan atau aktivitas tertentu.
Jika memang macet yang sifatnya reguler, memilih untuk tetap mempertahankan lewat jalur itu merupakan pilihan yang lebih efisien. Tapi jika sekiranya macet akibat kondisi tertentu yang membuat kita menunggu lama, sebaiknya kita cari opsi rute lain. Memilih rute lain yang lebih lancar tapi jauh, punya banyak kelebihan.
Meski terkesan membuang waktu dan BBM, rute jauh tapi lancar sebenarnya bisa lebih efisien. Pertama soal waktu, kita sebenarnya juga tidak tahu akan berapa lama kita terjebak di kemacetan. Bisa jadi kita lebih cepat sampai, meski jalan yang ditempuh lebih jauh. Lalu soal konsumsi bahan bakar, posisi mesin yang idling dan stop and go di kemacetan tentu menguras bahan bakar. Jalur lancar tapi jauh, berpotensi tinggi lebih menghemat konsumsi bahan bakar.
Baca Juga : Persiapan Kendaraan Yang Harus Dilakukan Sebelum Jalan Liburan
Dampak buruk lain dari kemacetan adalah menurunkan kualitas oli. Penelitian telah dilakukan bahwa kondisi stop and go di kemacetan bisa memperpendek umur oli mesin. Apalagi jika terjebak kemacetan di kondisi yang berdebu dan dengan tingkat polutan yang tinggi. Bukan hanya mesin, terjebak di kemacetan juga bisa membuat stress yang berdampak buruk bagi kesehatan. Berdiam diri pada kondisi statis di kemacetan juga bisa membuat fisik lebih kelelahan dibanding saat di kondisi lancar. Jadi jika macet parah, sebaiknya cari jalur alternatif saja.