Fungsi dari Oli Hidrolik

Fungsi dari Oli Hidrolik

Fungsi dari Oli Hidrolik

Fluid (Zat cair) adalah Non-Compressible. Oleh sebab itu fluid dapat men-transmit power saat itu juga dalam sebuah sistem hidrolik. Sebagai contoh, minyak tanah ter-compress sekitar 1% untuk setiap 2000 psi. Oleh sebab itu minyak tanah dapat mempertahankan volumenya secara tetap di bawah tekanan tinggi.

Minyak tanah adalah zat cair pokok yang digunakan dalam pengembangan kebanyakan hidrolik oil.

 

Fungsi utama dari oli hidrolik adalah:

Transmitting power (Meneruskan Tenaga)

Karena oli hidrolik tidak dapat dikompres, sekali hidrolik sistem ter-isi dengan fluida, seketika itu juga meneruskan power dari satu area ke area yang lain. Akan tetapi bukan berarti semua fluida mempunyai efisiensi yang sama dalam meneruskan power, sebab masing-masing fluida mempunyai sifat khusus sendiri-sendiri. Pemilihan oli hidrolik yang benar tergantung dari pemakaian dan kondisi operasi.

Lubricating (Melumasi)

Oli hidrolik harus bisa melumasi komponen-komponen yang bergerak dalam sebuah hidrolik sistem. Komponen-komponen yang berputar atau meluncur harus bisa berfungsi dengan baik tanpa harus bersentuhan dengan komponen yang lain. Oli hidrolik harus bisa mempertahankan oil film di antara dua permukaan untuk mencegah gesekan, panas dan keausan.

Sealing (Menutupi)

Banyak komponen-komponen hidrolik di-design dengan menggunakan oli hidrolik dari pada mekanikal seal dalam komponen. Viskositas (kekentalan) dari oli akan membantu menentukan kemampuannya untuk melapisi.

Cooling

Sistem hidrolik menghasilkan panas bila sedang mengubah mekanikal energi ke hidrolik energi atau sebaliknya.

Pada saat oli bergerak melalui sistem, panas akan merambat dari komponen-komponen yang lebih hangat ke pendingin. Oli akan memberikan panas tersebut ke reservoir atau pending yang telah di-design untuk menjaga temperature oli tidak melebihi batas.

Cleaning

Fungsi lain dari oli adalah membersihkan. Meskipun pada tangki hidrolik sudah ada screen, bukan tidak mungkin kotoran debu akan masuk ke dalam sistem. Kotoran-kotoran ini akan dibawa oleh oli menuju ke tangki yang kemudian akan ditangkap oleh filter yang ada di dalam tangki.

Baca Juga : Mengenal Jenis Sokbreker Mobil

Disamping fungsi-fungsi tersebut di atas oli juga bisa mencegah karat dan korosi pada komponen-komponen metal, mencegah terjadinya buih dan oksidasi, memisahkan udara, air serta kotoran yang lain dan juga menjaga oli dari perubahan temperatur yang besar.