
11 Mar Berbagai Ukuran Rantai Motor dan Peruntukannya
Berbagai Ukuran Rantai Motor dan Peruntukannya
Fungsi rantai di motor adalah sebagai pemindah daya dari gearbox ke roda. Dengan begitu, perannya bisa dibilang sangat penting untuk motor manual. Tentu saja komponen ini juga butuh untuk dilakukan perawatan. Sebelum melakukan perawatan, pastinya harus kenal dulu dengan macam-macam rantai motor.
Anda akan menemukan kode-kode yang terdiri dari angka dan huruf pada kemasan rantai. Bahkan pada beberapa merek juga menyertakan kode tersebut pada fisik rantai. Kode dan ukuran rantai motor yang kerap tertera di kemasan contohnya seperti 420SB-102, 428H-116, dan 520V-106.
Dari angka-angka tersebut tentu memiliki makna yakni angka 4 di depan menunjukkan jarak antar pin.
Pin bisa disebut selongsong yang menyambung antar plat. Angka kedua dan ketiga (2 dan 8) punya arti jarak antar plat dalam. Plat dalam disebut juga inner plate yang posisinya tepat di bawah plat atas. Setelah itu ada angka yang menunjukkan panjang rantai. Angka 104L berarti panjang rantai 104 sambungan (link).
Seperti yang terlihat di atas, selain angka ada huruf yang tertera pada kode tersebut. Huruf SB berarti solid bushing. Bushing bisa disebut juga as. Posisi bushing jadi tempat masuknya pin.
Solid bushing berarti bushing yang dibuat seperti pipa. Jenis bushing yang biasa seperti plat ditekuk jadi seperti pipa.
Kemudian huruf H artinya high tension yang perbedaannya di plat bagian dalam. Rantai dengan kode H berarti plat dalamnnya lebih tebal dibanding rantai tanpa kode H. Karena plat dalam lebih tebal, rantai berkode H punya daya tahan minimum tarikan beban sebesar 2,1 ton. Sedang tanpa kode H minimum ketahanan tarikan beban hanya 1,70 ton.
Baca juga : Ciri Gir dan Rantai Motor yang Harus Segera Diganti
Selanjutnya rantai dengan huruf V, berarti dilengkapi sil penahan gemuk. Sil ini berada di dinding luar bushing. Bushing berkode V termasuk kategori solid bushing.
Ada berbagai jenis rantai yang biasa diaplikasi motor bebek sampai sport. Tipe yang paling sering ditemukan adalah 415, 420, 428, 428H dan 520. Untuk jenis motor bebek biasanya menggunakan tipe 428, sedangkan untuk motor sport menggunakan 520.