Cari Kami

Menghemat BBM Dengan Teknologi Idle Stop-Start

Menghemat BBM Dengan Teknologi Idle Stop-Start

Efisiensi bahan bakar menjadi salah satu target pengembangan yang dilakukan banyak pabrikan mobil. Salah satu fitur mobil yang telah diciptakan untuk menghemat bahan bakar adalah sistem idle stop-start. Sistem idle stop-start ini lebih dulu digunakan pada mobil hibrida, tapi kini telah diterapkan juga di mobil bermesin pembakaran dalam.

Fitur idle stop-start ini adalah sistem yang menghentikan kerja mesin secara otomatis ketika mobil berhenti, saat menunggu lampu lalu lintas atau jalan macet. Dengan teknologi ini, penghematan bahan bakar bisa direduksi sekitar 5-14% karena mesin tidak beroperasi. Begitu pula dengan reduksi emisi gas buang.

Beberapa pabrikan mobil membuat sistem idle stop-start dengan metoda yang berbeda. Semisal di mobil Nissan, sistem akan aktif ketika mesin mobil sudah mencapai temperatur kerjanya dan ketika kecepatan mobil sudah melewati 20 km/jam. Setelah menginjak pedal rem dan mobil berhenti, 1 detik kemudian sistem idle stop akan aktif. Dengan pedal rem terus diinjak, maka mesin akan tetap mati.

Untuk melanjutkan perjalanan, mesin akan menyala sekitar 0,4 detik setelah pedal rem dilepas. Cara lainnya, walau pedal rem masih diinjak, dengan memutar setir juga dapat menyalakan mesin. Hal ini memberi kesempatan bagi pengemudi untuk terus bergerak. Seperti ketika ingin masuk ke jalan raya.

Untuk kondisi memarkir mobil, dimana mobil maju dan mundur dengan kecepatan di bawah 8 km/jam, maka komputer mobil akan memerintahkan sistem idle stop untuk tidak bekerja. Kondisi ini juga berlaku ketika di jalan macet.

Dalam kondisi idle stop-start sedang bekerja, penumpang tetap dapat mengaktifkan beberapa fitur elektronik. Seperti sistem audio atau navigasi. Sementara AC secara otomatis tidak aktif dan beralih ke mode ventilasi. Tapi ketika pendinginan kabin dibutuhkan, sistem idle stop-start bisa dinonaktifkan melalui tombol.

Di jalan menanjak, agar kaki tidak perlu menginjak pedal rem sebelum me-restart mesin dan memastikan mobil tidak mundur saat mulai berjalan, disediakan sistem pengunci pada transmisi. Sistem idle stop-start menggunakan sensor pendeteksi pergerakan mundur mobil untuk mempercepat mesin menyala. Hasilnya, waktu yang dibutuhkan untuk mesin menyala lagi hanya 0,2 detik.

Sementara sistem idle stop-start lainnya mengandalkan motor starter untuk menyalakan mesin, sistem idle stop Mazda menggunakan pembakaran. Caranya, menginjeksi bahan bakar ke silinder ketika mesin mati. Dengan busi memercik maka dihasilkan gerakan piston ke bawah dan mesin menyala dengan lebih cepat dan hening dibanding sistem serupa lainnya dan menghemat BBM lebih banyak.

Untuk menyalakan mesin dengan pembakaran, piston diset berhenti pada posisi yang tepat untuk siap melakukan langkah kompresi dan usaha ketika mesin mati. Hal ini agar volume udara di ruang bakar terpenuhi. Dengan kondisi itu, mesin akan langsung menyala begitu bahan bakar disemprotkan ke ruang bakar itu dan busi memantik.

Cara ini dapat memastikan mesin akan menyala dalam waktu yang selalu sama, menghemat bahan bakar, dan memperhalus akselerasi saat mesin restart. Waktu yang dibutuhkan sampai mesin menyala sekitar 0,35 detik.

Di lain sisi, untuk mobil dengan sistem idle stop-start yang menggunakan motor starter, memerlukan aki yang dilengkapi sensor untuk membaca voltase, ampere dan cold cranking ampere. Aki yang mampu menyimpan daya lebih cepat ini juga harus selalu dalam kondisi prima. Karena jika sudah ada penurunan penyimpanan daya, maka komputer mobil akan reset.

 



WordPress Video Lightbox Plugin