rem karbon

Mengenal Rem Carbon Ceramic

Mengenal Rem Carbon Ceramic

Salah satu peranti paling vital yang terpasang pada sebuah kendaraan yang berfungsi untuk memperlambat laju kendaraan adalah kampas dan cakram rem. Beberapa mobil sport terkini telah dilengkapi dengan kampas dan cakram rem yang terbuat dari karbon dan keramik sebagai kelengkapan standar. Beberapa mobil yang telah mengalami modifikasi ekstrem juga membutuhkan sistem rem carbon ceramic dengan daya pengereman yang tangguh.

Penggunaan material karbon dan keramik memiliki kelebihan signifikan dibanding penggunaan material lainnya. Di pasar, setidaknya ada 4 jenis kampas rem aftermarket berdasarkan bahan baku pembuatan kampas, yaitu: kampas rem organik, semi-metal/semi-organik, sinter/full metal, dan keramik.

Dari sisi cakram (disc brake), mulai banyak digemari dan digunakan dalam berbagai jenis mobil. Sebenarnya, rem ini tidak sepenuhnya terbuat dari keramik tapi menggunakan bahan campuran yakni serat karbon dan keramik yang mungkin lebih dikenal dengan istilah composite ceramic. Pembuatannya pun lebih lama dan rumit dibanding material lainnya yang sekaligus membuat harganya melambung.

Sementara dari sisi kampas rem, kampas ini dibuat dari perpaduan bahan keramik seperti karbon dan silicon dengan ketahanan dari kampas lebih baik dibandingkan dengan jenis kampas lainnya. Baik cakram dan kampas rem karbon keramik memiliki suhu kerja yang lebih tinggi dibanding material lainnya. Maka sangat dibutuhkan mobil sport atau balap yang butuh pengereman ekstrem.

Baca Juga : Kenali Sistem Rem Mobil

Dengan harganya yang relatif mahal, rem carbon ceramic menawarkan performa pengereman terbaik dengan friction coefficient lebih tinggi, baik pada kondisi jalan kering atau basah. Artinya, jarak pengereman bisa lebih dekat dibanding material lainnya. Selain itu, bobotnya juga lebih ringan, anti korosi, daya pengereman stabil, tidak mengalami penurunan performa, tidak berubah bentuk pada temperatur tinggi dan tahan lama.

Kelebihan lain dari kampas keramik ini juga patut dipertimbangkan karena minimnya ampas sisa pengereman. Begitu pula dalam meningkatkan kemampuan manuver mobil berkat bobot yang ringan. Seperti saat menikung, akselerasi, kenyamanan, dan konsumsi bahan bakar.