Cari Kami

Efek Memakai Oli Diesel Ke Mesin Bensin

Oli atau pelumas memiliki peran penting pada sebuah kendaraan untuk bekerja dengan baik. Kendaraan tanpa oli akan menyebabkan kerusakan yang fatal. Karena tugas mesin menjadi semakin berat dan tidak akan maksimal. Minimnya pengetahuan mengenai oli yang tepat bagi kendaraannya membuat pemilik terjebak memilih oli yang tidak tepat. Selain kekentalan, oli juga dibuat khusus untuk tipe mesin tertentu. terkadang ada pengguna mobil salah memilih oli yang digunakan. Padahal bukan hanya tingkat kekentalan, oli juga dibagi menjadi tiga kategori, yakni oli khusus mesin bensin, khusus diesel, dan yang bisa digunakan untuk keduanya.

Lalu bagaimana bila oli mesin yang digunakan tertukar, seperti oli mesin khusus mesin diesel digunakan untuk mesin bensin? Ya tentu saja akan memiliki efek pada mesin mobil Anda. Apalagi penggunaan dengan jangka yang panjang.

Kalau misalnya oli  mesin untuk mesin diesel digunakan ke mesin bensin, dan oli mesin itu bukan multi fungsi ini akan berbahaya. Keraknya lebih tinggi yang akhirnya meninggalkan sisa kerak pada mesin mobil Anda. Dan tentu saja kerak pada mesin mobil ini akan mengakibatkan mesin tidak bisa bekerja dengan maksimal dan cepat rusak. Penggunaan sebaliknya lebih parah lagi. Karena kandungan pada solar sulfur lebih tinggi. Tipikal kerja oli mesin itu berbeda. Efeknya itu bisa terjadi diterjensi. Untuk mencegah kesalahan itu bisa pakai oli mesin yang bisa digunakan di kedua mesin.

Kerak mampu menahan proses pelepasan panas piston mesin. Kerak juga menghalangi pelumas melakukan proses pendinginan pada piston. Akibat terburuknya piston memuai dan kemudian menyebabkan mesin berhenti bekerja.

Mobil dengan mesin bensin memiliki karakter mesin mobil dengan putaran tinggi, jika memakai pelumas diesel yang karakternya untuk putaran rendah, start-up terasa berat dan tidak bertenaga, apalagi jika digunakan di mobil non-matic akan berpotensi selip kopling. Hal tersebut tentu berhubungan dengan viskositas oli mesin diesel yang cenderung kental. Efeknya hambatan mesin lebih berat sehingga konsumsi bensin boros dan emisi gas buang juga tinggi, namun kalau sama keencerannya tentu tidak. Jika memakai oli mesin diesel, grafiknya seperti gergaji karena putaran mesin berat, sehingga pada saat meng-gas mobil pun harus secara urut.

Menggunakan oli mesin diesel pada kendaraan yang dirancang untuk oli mesin bensin dikhawatirkan akan timbul gel dan menimbulkan keausan dalam jangka panjang karena Kandungan TBN di diesel 10-12, chemicalnya umumnya Ca (calsium) atau Mg (magnesium), biasanya Ca di diesel 3.500–4.000 ppm, sedangkan pelumas mobil 1.500–2.000 ppm.

Apabila oli mesin diesel tersebut digunakan di mobil terus-menerus (lebih dari 1.000 Km), maka kelebihan logam Ca/Mg akan mengendap akibat oksidasi menjadi CaSO4/MgSO4, endapan ini akan bersirkulasi dengan oli mesin dan akan menempel di filter oli atau masuk ke celah-celah komponen, dan lambat laun akan membentuk gel. Jika itu dibiarkan maka akan terbentuk boundary lubricant dan mengakibatkan keausan.

Namun bila berbicara dalam situasi darurat, contoh di daerah yang tidak memiliki stok oli mesin bensin, bisa memakai sementara oli mesin diesel dengan catatan yang memiliki spesifikasi bensin juga atau multifungsi. Contohnya dengan kode CI4/SL, SL itu menandakan kandungan bensin, tapi memang sangat rendah karena spesifikasi tinggi bensin itu kodenya SN. Intinya bila terpaksa gunakan yang memiliki spesifikasi bensin, tapi hanya untuk sementara saja. Setelah tersedia bengkel, segeralah ganti oli mesin dengan oli mesin yang sesuai dengan kendaraan Anda.

Alangkah baiknya Anda mengetahui spesifikasi dan syarat oli mesin yang digunakan untuk mesin mobil Anda. Jangan asal pilih. Semua informasi yang disarankan pabrikan terdapat di buku pemilik. Jangan sampai ketidaktahuan menjadikan Anda membayar mahal pada kendaraan kesayangan Anda. Gunakanlah oli mesin terbaik yang sesuai dengan jenis mobil Anda.



WordPress Video Lightbox Plugin