Cari Kami

Bolehkah Mengisi Oli Transmisi Manual Ke Mobil Transmisi Matic? Dan Sebaliknya, Apakah Boleh?

Tahukah Anda jika oli untuk mobil bertransmisi manual berbeda dengan mobil bertransmisi matic. Pada transmisi manual oli berfungsi sebagai sistem pelumasan yang memuluskan kerja komponen pada mesin saja, sedangkan pada transmisi matic, oli selain bekerja sebagai pelumas juga berfungsi penghantar dalam mekanisme perpindahan gigi transmisi. Kalau sudah berbeda fungsinya, bolehkah mengisi oli transmisi manual ke mobil transmisi matic? Dan sebaliknya, apakah boleh ?

Setelah mengetahui perbedaan fungsi itu, apakah efek yang didapat jika Anda salah menggunakan oli mobil atau bahkan jarang mengganti oli transmisi? Jika Anda salah menggunakan oli yang seharusnya atau bahkan jarang mengganti oli transmisi pada mobil matic, maka oli akan cepat panas dan menyebabkan komponen kopling hidrolik serta komponen rem pada mobil matic menjadi cepat aus, atau akibat terburuknya adalah terbakar. Jika hal ini sampai terjadi, maka tenaga dari mesin tidak akan sampai ke penggerak roda mobil sehingga menyebabkan mobil mogok.

Oli mobil matic pada umumnya berjenis ATF, CVTF, WS dan T-IV. Sedangkan untuk mobil matic yang rilis tahun 2000 ke atas, umumnya menggunakan oli transmisi bertipe DEXTRON VI. Namun, sebaiknya Anda membuka panduan mobil Anda untuk mengetahui jenis oli transmisi yang cocok digunakan pada mobil matic Anda agar performa mobil tetap stabil dan awet.

Seperti yang Kita ketahui bahwa transmisi matic memerlukan biaya lebih ekstra untuk merawat mekanisme transmisinya. Salah satunya adalah kapasitas oli transmisi matic lebih banyak serta harga olinya pun juga lebih mahal dibanding transmisi manual. Hal inilah yang menjadikan pertanyaan, apakah transmisi matic boleh memakai oli transmisi manual?

Namun ternyata profil kedua oli tersebut memiliki karakter yang berbeda. Dimana Oli transmisi matic harus menggerakan torque converter sehingga poros transmisi bisa bergerak. Jadi dibutuhkan oli yang viskositasnya encer. Sedangkan oli transmisi manual memiliki karakter lebih kental dibandingkan pelumas transmisi matic. Jadi bila transmisi otomatis diisi dengan oli transmisi manual, kinerjanya akan lebih berat.

Jadinya bila Anda memaksakan hal tersebut pastinya performa transmisi matic akan menurun hingga dapat menimbulkan kerusakan.  Jadi jika oli transmisi matic terlalu encer atau terlalu kotor, daya lumasnya akan berkurang dan akan menyebabkan oli menjadi cepat panas. Dalam kondisi tersebut, dapat menyebabkan kampas kopling hidrolik dan kampas rem yang ada di transmisi tersebut cepat aus bahkan bisa terbakar.

Jika kampas kopling terbakar, bisa dipastikan komponen ini tidak bisa lagi meneruskan tenaga yang dihasilkan oleh mesin ke penggerak roda. Inilah yang bisa membuat mobil mogok. Lakukan penggantian oli transmisi matik setiap 10.000 kilometer atau setiap dua kali ganti oli mesin. Kalau oli transmisi saja tidak bias dipakai di mobil transmisi matic, apalagi sebaliknya tentu tidak disarankan menggunakan oli matic untuk transmisi manual. Karena karakter masing-masing oli tersebut berbeda, yang pastinya akan mempengaruhi kerja mesin mobil.

Berikut beberapa akibat yang bisa ditimbulkan karena menggunakan oli matic untuk mesin manual,

  • Putaran Motor Menjadi Lebih Berat, yang harus anda ketahui, kopling kendaraan manual memiliki karakteristik lebih basah daripada kopling kendaraan matic karena memang sudah terendam oli, sehingga tidak membutuhkan oli yang terlalu licin untuk membuat putaran kendaraan menjadi stabil. Jika menggunakan oli matic, maka putaran kendaraan malah  akan menjadi semakin  berat karena terlalu basah dan licin. Hal inilah yang sangat mendasari mengapa sangat tidak dianjurkan untuk menggunakan oli matic pada kendaraan mesin manual. Mungkin di awal penggunaan oli ini masih belum memberikan dampak yang terlalu besar, namun jika terus dilakukan maka anda sendirilah yang akan menanggung akibatnya yaitu lebih mudahnya kendaraan anda menjadi bermasalah.
  • Terjadi Selip, setelah putaran kendaraan menjadi terasa lebih berat, masih ada lagi akibat  lain yang lebih merugikan jika anda terus-menerus menggunakan oli matic padahal kendaraan anda bermesin manual yakni terjadinya selip. Selip ini merupakan keadaan dimana ketika kendaraan digas namun kendaraan anda tidak mau berjalan, hanya mengeluarkan suara yang lebih keras saja. Karena masih sangat jarang orang yang mengetahui hal ini, ketika keadaan seperti ini terjadi mereka sudah langsung merasa panik dan berpikiran bahwa mesin kendaraan mengalami kerusakan  karena alasan yang terlalu besar, padahal alasannya hanya karena salah dalam memilih oli. Jadi apakah masih mau sembarangan dalam memilih oli?
  • Kenyamanan Berkendara Menjadi Terganggu, hal terakhir yang akan langsung anda rasakan ialah berkurangnya atau hilangnya rasa nyaman dan aman anda ketika sedang  berkendara. Yap, kondisi kendaraan memang akan sangat ditentukan oleh kendaran itu sendiri. Jika sedang dalam keadaan baik maka anda sebagai pengemudi akan merasa nyaman, begitu juga dengan keadaan sebaliknya.

 

Jadi sudah jelas, menggunakan oli yang tidak sesuai karakter mesin mobil Anda justru akan memberikan efek negatif. Untuk itu gunakanlah oli transmisi yang sudah disarankan oleh pabrikan kendaraan Anda. Melakukan perawatan yang baik juga dapat memperpanjang umur keawetan kendaraan Anda.



WordPress Video Lightbox Plugin