Bahaya Rembesan Oli Mesin pada Kendaraan - Oli mobil

Bahaya Rembesan Oli Mesin pada Kendaraan

Bahaya Rembesan Oli Mesin pada Kendaraan

Sumber gambar : gobdp

Salah satu masalah yang sering timbul pada mesin kendaraan yang sudah tua adalah munculnya rembesan oli dari bagian mesin. Akibatnya blok mesin mobil atau sepeda motor akan terkena rembesan oli. Rembesan oli tersebut akan menempel pada bagian sambungan yang menutup kepala silinder.

Meskipun kemungkinan besar rembesan oli diakibatkan oleh faktor usia, tidak menutup kemungkinan hal tersebut terjadi karena penyebab lainnya, misalnya seperti pemasangan kembali bagian blok mesin yang kurang sempurna. Namun pada umumnya rembesan oli disebabkan karena faktor usia, tingginya tekanan dari dalam mesin dan suhu yang panas sehingga membuat bagian oli mengalami kebocoran.

Dengan adanya kebocoran oli, otomatis volume oli akan terus berkurang dan tidak sesuai dengan kebutuhan oli seharusnya. Tentunya hal ini akan berpengaruh pada sistem pelumasan mesin yang mengakibatkan oli bekerja lebih keras. Hal ini akan berujung pada beberapa bagian mesin yang tidak terlumasi dengan baik dan menyebabkan mesin menjadi aus, bahkan menjadi jebol karena kekurangan oli. Pada saat oli berkurang, pergesekan diantara komponen mesin juga akan semakin keras, sehingga kerusakan akan semakin banyak bermunculan. Masalah yang dapat ditimbulkan antara lain seperti dinding silinder piston yang semakin terkikis, kampas kopling menipis, bahkan gigi transmisi yang bisa terganggu.

Ketika kebocoran oli sudah terjadi, tidak ada cara lain untuk menahan rembesan oli tersebut selain dengan mengganti packing set pada sambungan blok mesin. Tentunya hal ini juga harus dibarengi dengan sealant tahan panas yang akan membantu menghambat oli yang keluar dari dalam mesin melalui celah-celah kecil. Sebelum hal itu terjadi, ada baiknya Anda mendeteksi tanda-tanda apakah terjadi kebocoran oli dengan beberapa cara berikut ini:

Pertama secara kasat mata, kebocoran oli mesin dapat terlihat dengan adanya blok mesin yang selalu tampak basah walapun tidak terkena air apapun. Selain itu, debu yang menempel pun akan menghitam pada blok mesin tersebut.

Langkah kedua, Anda dapat melihat apakah terdapat tetesan oli di lantai garasi tempat kendaraan Anda diparkirkan. Pastikan pula oli yang menetes itu adalah rembesan oli mesin, bukan cairan lainnya seperti oli power steering, bensin, atau komponen-komponen lainnya. Kemudian cek volume oli kendaraan Anda dengan menggunakan dipstick. Cek apakah volume oli berkurang secara drastis atau tidak, dengan kembali menggunakan dipstick.

Baca juga: TAK PERLU REPOT KE BENGKEL, INILAH CARA CEK OLI MOBIL

Langkah terakhir adalah dengan cara melihat bagian bawah mesin atau merabanya, karena biasanya rembesan oli akan mengalir pada titik terendah. Paking atau sil yang bocor di bagian mesin sepeda motor akan membuat celah sehingga oli dapat merembes keluar.

Meskipun kendaraan Anda masih dapat digunakan, ketika terjadi kebocoran oli pastikan Anda segera memperbaikinya dengan membawa kendaraan Anda ke bengkel terdekat. Sebab jika dibiarkan, lama-kelamaan hal tersebut akan membuat mesin menjadi rusak dan membahayakan bagi pengguna kendaraan. Maka dari itu, jika sudah terdeteksi adanya rembesan oli, sebaiknya Anda langsung mengganti bagian packing set pada sambungan blok mesin.



WordPress Video Lightbox Plugin