Adu Nanjak Mobil Tarikan Depan Vs Belakang

Adu Nanjak Mobil Tarikan Depan Vs Belakang

Adu Nanjak Mobil Tarikan Depan Vs Belakang, Mana Lebih Jago?

Tidak jarang terjadi perdebatan soal mobil berpenggerak belakang lebih kuat menanjak dibandingkan dengan berpenggerak depan. Seperti yang sudah kami bahas sebelumnya, bahwa mobil tidak kuat nanjak bukan semata-mata dari faktor mobil. bisa saja dari faktor pengemudi itu sendiri dan faktor eksternal. Lantas, apa yang membuat mobil berpenggerak depan sampai dicap tak kuat nanjak ya?

Tentu masing-masing mobil punya kelebihan dan kekurangan. Mobil dengan tarikan depan atau Front Wheel Drive (FWD) memiliki bobot yang lebih ringan. Hal ini karena komponen penyalur tenaga ke roda lebih sedikit ketimbang mobil dengan penggerak belakang atau Rear Wheel Drive (RWD).

Selain itu mobil FWD dirasa lebih responsif, karena komponen dari mesin/transmisi ke roda sangat pendek, hanya melalui drive shaft saja. Akibatnya, penyaluran tenaga lebih lancar dan tidak banyak hambatan.

Namun hal ini juga menjadi hambatan ketika mobil FWD melibas jalan yang menanjak. Lantaran saat menanjak bobot berpindah ke sisi belakang, mobil dengan tarikan depan kerap kehilangan traksi. Roda depan menjadi sering spin dan daya cengkram ban pun berkurang.

Lain halnya dengan mobil RWD yang dirasa lebih handal dalam menanjak. Saat menanjak, bobot yang seketika pindah ke sisi belakang malah menjadi keuntungan, ban belakang jadi terjaga traksinya. Hal ini membuat mobil RWD akan lebih mulus ketika melibas tanjakan.

Karena sistem kemudi yang terpisah dengan komponen penggerak, setir jadi bekerja lebih ringan dan mobil jadi lebih mudah diarahkan saat menanjak. Kelebihan lain dari mobil RWD yang penggeraknya terpisah dengan steering, hal ini membuat kaki-kaki lebih awet.

Namun bukannya tanpa kekurangan, mobil dengan penggerak belakang memiliki bobot yang lebih berat ketimbang FWD. Hal ini akibat lebih banyaknya komponen yang diandalkan. Mobil RWD juga kerap mengalami power loss karena gesekan di powertrain. Yang tak kalah penting, mobil RWD dicap lebih boros dan kurang responsif.

Seperti yang sudah kami sebutkan di atas, mobil yang tak kuat menanjak bukan hanya karena faktor mobil saja. Pengemudi harus paham benar dengan karakter mobil sehingga tahu apa yang harus dilakukan. Selain itu, dibutuhkan juga kepercayaan diri pengemudi sehingga dengan mudah melibas tanjakan. Yang tidak kalah penting yaitu teknik pengemudi saat menanjak, pengemudi harus tahu benar apa yang akan dilakukan.

Baca Juga : Penyebab Mobil Hilang Tenaga Saat Nanjak

Dalam urusan pelumasan mobil, serahkan saja ke Deltalube Daily 757 Premium SAE 10W-40 kini menggunakan sertifikasi API Service SN. Dengan sertifikasi tersebut, pelumas ini memiliki kemampuan lebih baik dalam mencegah timbulnya deposit yang terjadi pada saat suhu tinggi di komponen piston, sehingga potensi terjadinya sludge (Lumpur) pada pelumas dapat dihindari. Performa mobil yang terjaga, membuat menanjak jadi lebih mudah.